Langgar Aturan Pemerintah, 5 Truk Batu Bara Nekat Angkut Lewat Darat

Uncategorized107 Dilihat

Kopashas.com – Langgar Aturan Pemerintah, 5 Truk Batu Bara Nekat Angkut Lewat Darat. Berbagai upaya dan aturan yang di buat Pemerintah Provinsi Jambi untuk mengatasi persoalan angkutan batu bara, sering kali tidak di hargai para oknum sopir truk batu bara. Meskipun saat ini Pemerinta masih melarang angkutan batu bara beroperasi di jalur darat, namun tetap saja masih ada sopir yang nekat melintas.

Di kabupaten Batanghari, Satlantas Polres Batanghari menangkap lima truk batu bara yang melanggar aturan dengan berjalan di jalur darat. Lima truk tersebut kemudian di tahan oleh Satlantas Polres Batanghari untuk diselidiki lebih lanjut.

Kepala Satlantas Polres Batanghari, Iptu Agung Prasetyo mengatakan, 5 unit truk tersebut telah di lakukan tindakan tilang dan telah di amankan di Mapolres setempat. Tindakan ini di lakukan sebagai langkah penertiban dan penindakan terhadap sopir truk yang melanggar aturan. Sebab sejauh ini, operasional angkutan batubara masih di larang untuk beroperasi jalur darat, sesuai Instruksi Gubernur (InGub) nomor 1 tahun 2024.

Baca Juga:Gubernur Al Haris: Optimalisasikan 5 Sungai di Jambi untuk Transportasi Batubara

“Kami mendapatkan informasi dari warga bahwa banyak angkutan batu bara yang melintas di jalan umum atau jalan nasional. Yang berasal dari tambang di Sarolangun menuju ke desa Jebak, kecamatan Tembesi. Kami amankan dan kami tindak ada 5 unit kendaraan angkutan batu bara. Belum ada instruk lebih lanjut dari Bapak Gubernur dan juga Pemerintah Daerah. Terkait di berlakukannya angkutan batu bara yang boleh melintas di jalan umum atau jalan nasional,” papar Iptu Agung Prasetyo.

Seperti informasi yang di sampaikan pada Minggu malam, 25 Februari 2024, lima truk yang mengangkut batu bara di tangkap. Saat anggota Satlantas Polres Batanghari melakukan patroli di wilayah Kecamatan Bathin 24 sekitar pukul 22.00 wib. Truk-truk tersebut di duga membawa muatan dari tambang batubara di kabupaten Sarolangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar