Konsisten Terkait Permasalahan Batu Bara, Gubernur Al Haris Akan Optimalisasi 5 Jalur Sungai Untuk Angkutan Batu Bara

ADVERTORIAL, JAMBI140 Dilihat

Kopashas.com – Konsisten terkait permasalahan batu bara, Gubernur Al Haris akan optimalisasi 5 jalur sungai untuk angkutan batu bara. Hal ini berjalan dengan InGub Nomor 1 Tahun 2024 yang telah di keluarkan, terkait dengan angkutan batu bara jalur darat di hentikan dan di pindahkan ke jalur sungai.

Kemudian Sekda Sudirman menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Jambi bersama dengan pihak-pihak terkait telah mengevaluasi. Yaitu terkait dengan rekayasa lalu lintas angkutan batu bara, baik jalur darat maupun jalur air.

Gubernur Al Haris telah memerintahkan untuk mengoptimalkan 5 jalur sungai tersebut. Dan dalam rapat tersebut, telah di tentukan perusahaan-perusahaan yang akan melewati jalur tersebut.

“Kita melakukan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas untuk angkutan batu bara. Pak Gubernur sudah memerintahkan untuk ada 5 jalur air yang mesti di lalui di optimalkan. Oleh karena itu, kita telah memetakan perusahaan-perusahaan mana saja yang berada di dalam 5 jalur air tersebut,” ujar Sudirman.

BACA JUGA: Nekat, 3 Truk Batu Bara Kembali Beroperasi Melalui Jalur Darat Meski Terdapat Larangan

Setelah menentukan perusahaan mana yang melalui jalur sungai. Pihaknya juga menyampaikan terkait pembagian jam operasional, mulai dari pukul 9 malam hingga pukul 5 pagi.

“Kemudian juga di atur jam operasionalnya, di perkirakan antara jam 9 malam sampai jam 5 pagi menggunakan jalur air,” tambah Sudirman.

Sementara itu, Pemprov Jambi juga melakukan kajian terkait dengan angkutan batu bara yang melalui jalur darat. Seperti jalur angkutan batu bara yang menuju Bungo, Damasraya dan bengkulu.

Bagi angkutan batu bara yang melalui jalur darat Tebo dan Muaro Jambi juga di lakukan kajian. Namun, pihaknya kembali menegaskan bahwa evaluasi ini berfokus pada optimalisasi jalur sungai bagi angkutan batu bara.

“Jadi kita mengevaluasi rute angkutan batu bara yang menuju ke Bungo, Damasraya, kemudian yang ke Bengkulu. Termasuk rute yang dari Muaro Jambi, termasuk juga rute yang dari Tebo, kita evaluasi semua. Yang paling penting adalah mengoptimalkan para pengusaha batu bara itu ke jalur sungai dulu,” tegas Sudirman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar