Dulu Tak Butuh Parpol, Kini Romi “Mengemis” Minta Dukungan untuk Maju di Pilgub Jambi 2024

HEADLINE, JAMBI103 Dilihat

Kopashas.com, Jambi– Bupati Tanjab Timur Romi Haryanto pasti tidak akan melupakan tindakan beraninya lima tahun sebelumnya, ketika dia memutuskan untuk mencalonkan diri untuk kali kedua tanpa dukungan partai politik.

Dengan tindakan nekat itu, dia terpilih kembali sebagai bupati melalui jalur independen. Kemenangan ini tidak tanpa konsekuensi. Romi sempat dipecat dari posisi ketua DPD PAN Tanjab Timur oleh Partai Amanat Nasional (PAN).

Akan tetapi hubungan Romi dengan partai politik tetap tidak berjalan mulus, meskipun dia akhirnya mendapatkan kembali posisinya di PAN. Romi sekarang menghadapi kenyataan yang mengerikan: partai-partai yang dulu mengabaikannya sekarang meragukan komitmennya. Mereka yang berkuasa dalam politik telah mengalami luka yang mendalam akibat keputusan Romi yang independen.

Sekarang, menjelang Pemilihan Gubernur Jambi 2024, Romi tampak berbeda. Romi tidak lagi berdiri tegak dengan keyakinan tanpa partai. Namun sekarang ia tampak seperti mengemis dukungan dari partai politik.

BACA JUGA : Wagub Sani Sambut Baik Implementasi Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional Untuk Percepatan Penguasaan Ilmu Petani

Dr. Dedek Kusnadi, seorang akademisi dari UIN STS Jambi, menyadari perubahan sikap ini.

“Romi telah menunjukkan sikap yang tidak konsisten terhadap partai politik, yang membuat partai-partai ragu untuk kembali mendukungnya,” Ungkap Dr. Dedek.

Langkah Romi menuju Pilgub Jambi 2024 semakin sulit karena ada pesaing yang kuat, Al Haris, seorang petahana yang memiliki hubungan yang kuat dengan berbagai partai politik. Menurut Dr. Dedek, PAN dan partai-partai lain lebih memilih Al Haris karena rekam jejaknya yang baik dalam berkoalisi.

Romi berusaha memperkuat hubungan yang terputus sejak dia dicalonkan kembali sebagai Ketua DPD PAN. Meskipun demikian, riwayat terus menjadi pengingat. Partai-partai yang telah dikecewakan sebelumnya tetap berhati-hati.

Saat Romi memilih untuk berjalan sendiri tanpa sandaran partai, mereka melirik ke belakang. Ketidakpercayaan dan kecurigaan menjadi bayang-bayang yang sulit dihilangkan.

“Partai politik tentu mempertimbangkan rekam jejak dalam memberikan dukungan. Sikap Romi yang sebelumnya mengabaikan peran partai menjadi salah satu alasan kuat partai-partai memilih Al Haris yang lebih konsisten,” tambah Dr. Dedek Kusnadi.

Sekarang, Romi berada di tengah jalan. Pilgub Jambi 2024 adalah tentang memperoleh suara rakyat dan mengembalikan kepercayaan partai yang pernah dia abaikan.

BACA JUGA :Warga Tanjabtim Kecewa !! Bupati Romi Hariyanto “Sang Penguasa 10 Tahun” Pentingkan Sirkuit Zabak Ketimbang Jalan Rusak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *